Multimedia Pendidikan

Pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru. Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, yaitu gambar, model, objek dan lain-lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan resistansi belajar siswa. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio, alat visual dilengkapi dengan alat audio sehingga dikenal dengan alat audio visual. Pemikiran dan penemuan-penemuan baru itu terjadi antara lain dalam penggunaan multi media pendidikan.

Multimedia sejak belakangan ini menjadi salah satu bahan penyelidikan yang menarik dalam bidang teknologi pendidikan. Teknologi multimedia menjadi menarik karena teknologi multimedia  ini baru diperkenalkan pada tahun 1990-an walaupun sebelumnya sistem CAL (Computer Aided Learning) dan hiperteks masih terbatas dalam media yang terpisah-pisah belum digabungkan seperti multimedia yang memiliki makna gabungan perlbagai media; teks, suara, animasi dan video dalam satu perisian (Jacobs, 1992). Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menjadikan teknologi multimedia dapat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan.

Karena itu, multimedia adalah suatu teknik yang menggabungkan data, teks, gambar, grafik, animasi, bunyi dan video. Pada masa dahulu, komputer menyampaikan informasi melalui teks. Sekarang, terdapat grafik dan gambar-gambar untuk menunjukkan sesuatu peristiwa dengan jelas. Malahan ia mampu menunjukkan pergerakan dan kesan bunyi. Teknologi multimedia yang mampu mengintegrasikan teks, grafik, animasi, audio dan video dalam satu tampilan sedang hangat dibicarakan pada masa kini. Mereka berpendapat multimedia mampu memberi kesan yang besar dalam bidang komunikasi dan pendidikan.

Teknologi multimedia adalah salah satu teknologi baru dalam bidang komputer yang memiliki kebolehan untuk menjadikan media pembelajaran lebih lengkap. Multimedia merangkumi media dalam satu perisian sehingga memudahkan guru untuk menyampaikan bahan pengajaran dan siswa berasa terlibat dalam proses pembelajaran karena teknologi multimedia membolehkan berlakunya interaksi.

Furht (Internet 1996) dari Atlantic University, Florida mendefinisikan multimedia sebagai gabungan antara pelbagai media; teks, grafik, animasi, suara dan video. Sedangkan Haffos (Feldman 1994) mengertikan multimedia sebagai suatu sistem komputer yang terdiri daripada perkakasan dan perisian yang memberikan kemudahan untuk membolehkan gambaran, video, fotografi, grafik dan animasi disepadukan dengan suara, teks, data yang dikendalikan dengan program komputer.

1.      Konsep Multi Media Pendidikan

Sering dipertanyakan apa yang dimaksud dengan multimedia pendididkan (disingkat multi media). Jawaban sederhana atas pertanyaan tersebut menyatakan, bahwa Multi Media (Hamalik, 1994, 187) adalah seperangkat media yang merupakan kombinasi dari beberapa media yang relevan dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan instruksional. Dalam kamus pendidikan ditemukan, bahwa ‘Multi-media a term used to describe (a) collections, or groups of documents in several media, (b) a work designed to be presented through the integrated use of more than one medium. Rumusan ini terasa agak umum yang mengacu bahwa multi media merupakan kelompok dokumen yang terdapat pada berbagai jenis media dan penggunaannya secara terpadu dalam bidang pekerjaan yang telah didesain. Dalam rumusan tersebut terkandung pengertian bahwa suatu dokumen sesungguhnya adalah isi pesan yang terdapat dalam kelompok media (yang berarti lebih dari satu media), dan menunjuk pada keterpaduan dalam penggunaannya dalam rangka menyajikan suatu pekerjaan (misalnya kegiatan instruksional). Jika materi yang berada dalam macam-macam media itu berkenaan dengan suatu topik atau suatu daerah mata ajaran yang spesifik dan yang membentuk keseluruhan terpadu maka disebut paket multi media.

Perangkat Multi Media

Pemilihan dan penetuan perangkat multi media berdasarkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dan kondisi lingkungan belajar yang diciptakan untuk mencapai tujuan tersebut. Beberapa media yang dapat dipilih adalah gambar, slide, filmstrip, rekaman, transparan, video tape, dan sebagianya. (Hamalik, 1994, 189)

Gambar. Media ini menyajikan hal secara rinci dan bersifat sederhana, serta mudah diamati. Penyajiannya tidak memerlukan perlengkapan yang rumit dan harganya relatif murah serta mudah didapat. Penggunaannya dapat membantu meningkatkan pengenalan dan pemahaman para siswa tentang suatu materi. Media gambar akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan media lain, misalnya rekaman, model, dan sebagainya.

Slide. Media ini pada prinsipnya sama dengan gambar tercetak,  tetapi penyajiannya dilakukan dengan menggunakan proyektor. Pembuatannya diperlukan ketermpilan khusus, tetapi dapat dibuat dalam bentuk berwarna, lebih realistik, orisinal, mudah direvisi, diadaptasikan, dan mudah disusun kembali serta dikombinasikan dengan media lain, misalnya tape atau rekaman, gambar, dan sebagainya.

Filmstrip, Media ini pada prinsipnya sama dengan media slide, hanya sudah tersusun dalam satu unit dan gambar tersusun dalam urutan yang ketat. Penyajian dengan proyekor sehingga lebih jelas dan mudah dipahami. Media ini dapat dikombinasikan misalnya dengan rekaman atau referensi tertentu.

Rekaman. Media ini dapat digunakan untuk menyajikan hampir semua mata ajaran, bersifat luwes, dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Di samping itu media ini mudah dioperasikan dan relatif murah harganya. Rekaman dapat dikombinasikan dengan media gambar, slide, bantuan papan tulis, radio, dan sebagainya.

Transparan. Pada prinsipnya sama dengan media gambar. Penyajiannya dengan OHP, dapat digunakan untuk mengajarkan hampir semua mata ajaran. Di samping mudah dibuat juga mudah digunakan serta dapat diamati oleh kelas. Media ini akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan rekaman, papan tulis, model, benda sebenarnya, dan sebagainya.

Video Tape. Media ini dapat merekam dan menyajikannya dengan TV, sangat efektif tetapi harganya mahal dan teknisnya agak rumit. Media ini banyak digunakan dalam rangka micro teaching. Berbagai media lainnya dapat dikombinasikan dengan Video tape untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar.

Komputer. Criswell (1989) mendefinisikan pembelajaran yang menggunakan komputer dalam menyampaikan bahan pengajaran dengan melibatkan siswa secara aktif. Gagne dan Briggs (Wan dan Sleeman, 1994) komputer menjadi populer sebagai media pembelajaran karena memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh media pembelajaran yang lain.

 

2.      Nilai Multi Media Pendidikan

Penggunaan multi media dalam proses pembelajaran mengandung manfaat atau nilai tertentu, antara lain (Hamalik, 1994:190) :

1.      Multi media dapat membantu siswa mempelajari bahan pelajaran yang luas, yang memuat berbagai konsep, fakta, prinsip, sikap keterampilan, di samping banyak macam ragamnya juga sangat bervariasi, sehingga memerlukan berbagai media untuk menyampaikannya.

2.      Multi media dapat menumbuhkan motivasi belajar, sikap, dan cara belajar yang lebih efektif serta menumbuhkan persepsi yang lebih tinggi terhadap hal yang dipelajari.

3.      Multi media membantu siswa dan guru dalam proses instruksional suatu bidang studi yang didukung secara multi disipliner, masing-masing disiplin itu mengandung banyak bahan yang harus dipelajari.

4.      Multi media turut meningkatkan kepuasan dan keberhasilan sesuai dengan keinginan masing-masing guru. Guru yang baik ingin agar para siswanya merasa puas dan berhasil, dan dianggap multi media dapat memenuhi keinginan tersebut

5.      Multi media membantu siswa yang umumnya berkecenderungan mempelajari banyak hal dan sekaligus mendalaminya. Belajar ‘banyak’ dan ‘mendalam’ merupakan ciri belajar berhasil

6.      Multi media membantu siswa dan guru dalam proses instruksional untuk memenuhi tuntutan kurikulum, yang senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolgi serta dinamika masyarakat.

 

3.      Pemilihan Multi Media

Pemilihan dan penentuan media yang akan digunakan dalam rangka multi media pendidikan seharusnya berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut (Hamalik, 1994; 191)

  1.  
    1. Faktor manusiawi karena media tersebut adalah dari manusia dan untuk manusia dalam rangka proses pendidikan manusiawi.

a.       Pertimbangan dari segi siswa, yakni perilaku awal seperti tingkat pengetahuan dan pengalaman, bakat dan minat, dan sebagainya menentukan jenis media apa yang sebaiknya digunakan.

b.      Pertimbangan dari segi guru, yakni kemampuan profesional khususnya minat dan keterampilan menggunakan media tersebut dalam proses instruksional.

  1.  
    1. Faktor komunikasi yang efektif, yakni apakah media yang dipilih bakal meningkatkan komunikasi antara siswa dan guru sehingga terjadi kegiatan dan keberhasilan belajar secara optimal.

a.       Pertimbangkan apakah media yang dipilih akan mendorong siswa belajar lebih aktif dan bermakna bagi siswa itu sendiri

b.      Pertimbangkan dari isi mata ajaran, dalam arti apakah media yang diplih memang cocok untuk menyampaikan materi pelajaran yang telah direncanakan

c.       Pertimbangan dari segi tujuan instruksional, yakni apakah media yang dipilih bermakna untuk mencapai tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan sebelumnya

  1.  
    1. Faktor Biaya yang bertalian dengan  masalah pengadaan dan pengoperaisonalan media dalam proses belajar mengajar.

a.       Pertimbangan dari segi tujuan instruksional, apakah media yang dipilih seimbang dengan hasil belajar yang diharapkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan

b.      Pertimbangan dari segi pasaran, yakni apakah media yang dipilih itutelah ada di pasaran bebas dan tinggal dibeli saja ataukah masih perlu dibuat dengan bahan-bahan yang tersedia di pasaran

c.       Pertimbangan dari segi keadaan, apakah media yang dipilih tersebut sesuai dengan keadaan yang terdapat di kelas, pada kelompok siswa yang akan menggunakannya

  1.  
    1. Faktor hambatan-hambatan praktis, yakni apakah media tersebut akan menemui hambatan-hambatan dalam penggunaannya dalam proses instruksional

a.       Pertimbangan  dari segi keadaan, mungkin pemilihan media tersebut tidak sesuaidengankeadaan kelas, kelompok, atau sekolah, dan sekitarnya

b.      Pertimbangan dari segi waktu, yakni apakah media yang dipilih tersebut membutuhkan banyak waktu atau tidak dalam proses penggunaannya, berapa lama waktu yang diperlukan

c.       Pertimbangan dari segi fasilitas, apakah penggunaan media yang terpilih tersebut membutuhkan fasilitas tertentu, jenis fasilitas apa yang diperlukan.

 

4.      Penggunaan Multi Media

Penggunaan multi media sejalan dengan proses pembelajaran secara menyeluruh melalui tahap sebagai berikut.

1.      Tahap Persiapan

Pada tahap ini guru menyusun desain pembelajaran, yang mencakup juga rancangan perangkat media yang akan digunakan. Selanjutnya mempersiapkan, mengadakan, memproduksi berbagai media yang telah dirancang tersebut, yang selanjutnya disusun dalam urutan tertentu secara sistematis.

2.      Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini semua media yang telah dirancang tadi satu demi satu dioperasionalkan secara teknis dalam proses belajar mengajar dalam kelas, yang konsisten dengan desain yang telah dirancang pada tahap pertama, Misalnya :

a.       Guru mulai memberikan uraian ringkas tentang suatu pokok bahasan secara lisan.

b.      Pokok bahasan dengan rinciannya disajikan dengan transparan melalui OHP yang telah disiapkan sebelumnya.

c.       Selanjutnya uraian yang lengkap disajikan dengan perangkat slide, yang dibarengi dengan uraian lisan dengan bantuan rekaman/tape recorder (telah disiapkan sebelumnya)

d.      Kesempatan bertanya jawab antara siswa-siswa dan siswa guru. Jawaban bila perlu disajikan melalui transparan yang relevan dengan permasalahan

3.      Penutup

      Pelajaran selesai atau diakhiri dengan penilaian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: