MODUL 3. Penyeleksian Kondisi Pemrograman C++

MODUL 3. Penyeleksian Kondisi Pemrograman C++
Ahmad Rizal Abidin, M.Kom

Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C ++, terutama untuk program yang kompleks

STRUKTUR KONDISI “IF….”
Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Bentuk umum struktur kondisi if adalah :
If (kondisi)
pernyataan;

Contoh 1:
#include
main()
{ int Nilai;
cout <> Nilai;
if Nilai > 60
cout << "Ternyata Anda Lulus" << endl;
cout << "Jadi Nilai anda adalah " << Nilai;
}

STRUKTUR KONDISI “IF……ELSE….”
Dalam struktur kondisi if…..else minimal terdapat dua pernyataan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
if(kondisi)
pernyataan-1
else
pernyataan-2

contoh 1 :
#include “iostream.h”
void main()
{ float nilai;
clrscr();
cout <> nilai;
if (nilai > 65)
cout <<“LULUS ”;
else
cout<<“TIDAK LULUS”;
return();
}

STRUKTUR KONDISI “IF……ELSE if….”
Dalam struktur kondisi if…..else if… terdapat lebih dari dua pernyataan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua dan seterusnya yang dilaksanakan. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
if(kondisi)
Pernyataan 1
else if
Pernyataan 2
else if
pernyataan 3

contoh :
#include
main()
{ int N;
cout <> N;
cout <= 80)
cout <= 60)
cout <= 40)
cout << "C";
if (N < 40)
cout << "D";
}

STRUKTUR KONDISI “SWITCH….CASE….DEFAULT…”
Struktur kondisi switch….case….default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi, maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’.
Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah :
switch(kondisi)
{
case 1 : pernyataan-1;
break;
case 2 : pernyataan-2;
break;
…..
…..
case n : pernyataan-n;
break;
default : pernyataan-m
}

contoh :
/* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */
#include “iostream.h”
void main()
{ clrscr();
int hari;
cout << “Menentukan nama hari” <<endl;
cout <<“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis” <<endl;
cout <<“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu” <<endl;
cout <> hari;
switch(hari)
{
case 1 : cout <<“Hari Senin”;
break;
case 2 : cout <<“Hari Selasa”;
break;
case 3 : cout <<“Hari Rabu”;
break;
case 4 : cout <<“Hari Kamis”;
break;
case 5 : cout <<“Hari Jum’at”;
break;
case 6 : cout <<“Hari Sabtu”;
break;
case 7 : cout <<“Hari Minggu”;
break;
default : cout <<“Maaf anda salah tekan nomor”;
}

@Ahmad
Selamat Mencoba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: