MODUL 4 PERULANGAN Pemrograman C++

MODUL 4 PERULANGAN Pemrograman C++
Ahmad Rizal Abidin, M.Kom

Sebuah / kelompok instruksi diulang untuk jumlah pengulangan tertentu. Baik yang terdifinisikan sebelumnya ataupun tidak.
Struktur pengulangan terdiri atas dua bagian :
Kondisi pengulangan yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan
Isi atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih pernyataan (aksi) yang akan diulang.
Perintah atau notasi dalam struktur pengulangan adalah :
Pernyataan for
Pernyataan while
Pernyataan do..while
Pernyataan continue dan break

#include
#include
int main()
{
int i = 0, sum = 0;
const int max = 10;
i = 1;

loop:
sum += i;
cout << sum;
if(++i <= max)
goto loop;

cout << endl
<< "sum = " << sum << endl
<< "i = " << i
<< endl;
getch();
return 0;
}

PERNYATAAN for
Pernyataan for digunakan untuk menghasilkan pengulangan(looping) beberapa kali tanpa penggunaan kondisi apapun. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya.
Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.
Bentuk Umumnya :
for (inisialisasi ; kondisi ; perubahan)
{
Statement;
}

#include
#include

int main()
{
int i = 0, sum = 0;
const int max = 10;

for(i = 1; i <= max; i++)
sum += i;

cout << endl
<< "sum = " << sum
<< endl
<< "i = " << i
<0) ?.
Dalam kondisi ini, terdapat 2 kemungkinan :
true : lakukan pernyataan (langkah 3)
false : lompati pernyataan (lanjutkan ke langkah 5..)
Lakukan perintah :
cout << n << “, “;
–n;
(cetak n ke layar, dan turunkan 1 nilai n)
Akhiri blok. Kembali lagi ke langkah 2..
5. Lanjutkan program setelah blok while. Cetak STOP! Dan akhiri program.

//hitungan mundur menggunakan while
#include
int main()
{
int n;
cout<>n;
while (n>0)
{
cout << n << “, “;
–n;
}
<<”STOP!”;cout
return 0;
}

PERNYATAAN do…while
Pernyataan do…while mirip seperti pernyataan while, hanya saja pada do…while
pernyataan yang terdapat didalamnya minimal akan sekali dieksekusi.

Bentuk Umumnya :
do
{
pernyatan ;
} while(kondisi);

PERNYATAAN continue dan break
Pernyataan break akan selalu terlihat digunakan bila menggunakan pernyataan switch.
Pernyataan ini juga digunakan dalam loop. Bila pernyataan ini dieksekusi, maka akan mengakhiri loop dan akan menghentikan itrasi pada saat tersebut

Penjelasan :
Dari program diatas, dapat dilihat perulangan dari suatu bilangan sebanyak 10 kali.
Tetapi, pada perulangan i=4, ada perintah continue. Dengan perintah ini, maka program
langsung meloncat ke loop berikutnya dan ketika sampai perulangan i = 6, ada perintah
break. Otomatis program akan berhenti dan tidak sampai ke i=10. Dan program akan mencetak bilangan 0, bilangan 1, bilangan 2, bilangan 3, bilangan 5, bilangan 6.

Nested Loops (Perulangan Bertumpuk)
Perulangan bertumpuk secara sederhana dapat diartikan : terdapat satu atau lebih loop di dalam sebuah loop. Banyaknya tingkatan perulangan, tergantung dari kebutuhan.
Biasanya, nested loops digunakan untuk membuat aplikasi matematika yang menggunakan baris dan kolom. Loop luar, biasanya digunakan untuk mendefinisikan baris. Sedangkan loop dalam, digunakan untuk mendefinisikan kolom.

Contoh:
for(int baris = 1; baris <= 4; baris++)
{
for (int kolom = 1; kolom <= 5; kolom++)
{
cout<<kolom<<" ";
}
cout<<endl;
}

@Ahmad
Selamat Mencoba …

Advertisements

MODUL 3. Penyeleksian Kondisi Pemrograman C++

MODUL 3. Penyeleksian Kondisi Pemrograman C++
Ahmad Rizal Abidin, M.Kom

Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C ++, terutama untuk program yang kompleks

STRUKTUR KONDISI “IF….”
Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Bentuk umum struktur kondisi if adalah :
If (kondisi)
pernyataan;

Contoh 1:
#include
main()
{ int Nilai;
cout <> Nilai;
if Nilai > 60
cout << "Ternyata Anda Lulus" << endl;
cout << "Jadi Nilai anda adalah " << Nilai;
}

STRUKTUR KONDISI “IF……ELSE….”
Dalam struktur kondisi if…..else minimal terdapat dua pernyataan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
if(kondisi)
pernyataan-1
else
pernyataan-2

contoh 1 :
#include “iostream.h”
void main()
{ float nilai;
clrscr();
cout <> nilai;
if (nilai > 65)
cout <<“LULUS ”;
else
cout<<“TIDAK LULUS”;
return();
}

STRUKTUR KONDISI “IF……ELSE if….”
Dalam struktur kondisi if…..else if… terdapat lebih dari dua pernyataan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua dan seterusnya yang dilaksanakan. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
if(kondisi)
Pernyataan 1
else if
Pernyataan 2
else if
pernyataan 3

contoh :
#include
main()
{ int N;
cout <> N;
cout <= 80)
cout <= 60)
cout <= 40)
cout << "C";
if (N < 40)
cout << "D";
}

STRUKTUR KONDISI “SWITCH….CASE….DEFAULT…”
Struktur kondisi switch….case….default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi, maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’.
Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah :
switch(kondisi)
{
case 1 : pernyataan-1;
break;
case 2 : pernyataan-2;
break;
…..
…..
case n : pernyataan-n;
break;
default : pernyataan-m
}

contoh :
/* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */
#include “iostream.h”
void main()
{ clrscr();
int hari;
cout << “Menentukan nama hari” <<endl;
cout <<“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis” <<endl;
cout <<“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu” <<endl;
cout <> hari;
switch(hari)
{
case 1 : cout <<“Hari Senin”;
break;
case 2 : cout <<“Hari Selasa”;
break;
case 3 : cout <<“Hari Rabu”;
break;
case 4 : cout <<“Hari Kamis”;
break;
case 5 : cout <<“Hari Jum’at”;
break;
case 6 : cout <<“Hari Sabtu”;
break;
case 7 : cout <<“Hari Minggu”;
break;
default : cout <<“Maaf anda salah tekan nomor”;
}

@Ahmad
Selamat Mencoba…

MODUL 2. INPUT & OUTPUT STANDAR Perograman C & C++

MODUL 2. INPUT & OUTPUT STANDAR Perograman C & C++
Ahmad Rizal Abidin, S.Kom

Dalam library C++, iostream mendukung dua operasi dasar yaitu cout untuk output dan cin untuk input. Biasanya, dengan perintah cout akan menampilkan sesuatu ke layar monitor dan dengan perintah cin akan menerima masukan melalui keyboard.
1. Output (cout)
Cout adalah kepanjangan dari “Character out” karena cout adalah aliran output karakter yang dapat ditampilkan di layar
Contoh :
#include
#include
Main()
{
Float x = 123.4567;
cout << setprecision(2);
cout << “x:”;
cout << setw(10) << x << endl;
cout << “x:”;
cout << setw(15) << x << endl;
}

Operator <>) dan diikuti oleh variable tempat menyimpan inputan data. Seperti contoh:
int umur;
cin>> umur;

cin hanya dapat diproses setelah penekanan tombol ENTER. Jadi, walaupun hanya satu karakter yang dimasukkan, sebelum penekanan Enter, cin tidak akan merespon apa-apa.
cin juga dapat digunakan menerima beberapa inputan dalam sekali pernyataan :
cin >> nama >> alamat ;
sama dengan pernyataan :
cin>>nama ;
cin>>alamat;
kedua pernyataan di atas, jika dijalankan akan meminta dua kali inputan data. Satu untuk variable a dan satunya lagi adalah untuk variable b. Dan untuk pemasukan datanya dipisahkan dengan pemisah, misalnya dengan Spasi, Tab atau Enter.
Contoh :
//Perintah DOS
#include
#include
#include
int main()
{
char usercommand[20];
cout <> usercommand;
cout << "your entered " <<usercommand << "\n";
system(usercommand);
getch();
}

scanf()
Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik, karakter dan string secara terformat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() :
Fungsi scanf() memakai penentu format
Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis
Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field Variabelnya harus menggunakan operator alamat &

Contoh :
printf("Masukkan sebuah karakter : ");
scanf("%c", &huruf );

gets()
Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik.
Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter
Cursor secara otomatis akan pindah baris
Tidak memerlukan penentu format
Contoh :
printf(“Masukkan nama Anda : “);
gets(nama);

getchar()
Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter
Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter
Karakter yang dimasukkan terlihat pada layar
Pergantian baris secara otomatis

getch() dan getche()
Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter.
Karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan penekanan tombol enter.
Tidak memberikan efek pergantian baris secara otomatis
Jika menggunakan fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layer sehingga sering digunakan untuk meminta inputan berupa password.
Sedangkan pada getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar.

//Contoh Program
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
void main()
{
char huruf1, huruf2;
printf(“Masukkan sebuah karakter : “);
huruf1 = getche();
printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”, huruf1);
printf(“\nMasukkan sebuah karakter lagi : “);
huruf2 = getch();
printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah : %c, huruf2);
getch();
}

3.`MENAMPILKAN DATA
Menampilkan data ke layar monitor
Menggunakan fungsi printf(), puts(), dan putchar().
Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter)
Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan perpindahan baris.
Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter.

Contoh :
printf(“%5.2f”, nilai);
artinya variable nilai akan ditampilkan sebanyak 5 digit dengan 2 digit di belakang koma.

/* Program untuk menampilkan data berupa bilangan float, integer dan string */
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
void main()
{ int umur;
char nama[20];
float nilai;
clrscr();
puts(“Masukkan nama Anda : ); gets(nama);
puts(“Masukkan umur Anda : “); scanf(“%d”, &umur);
puts(“Masukkan nilai Anda : ); scanf(“%f”, &nilai);
printf(“Nama Anda : %s \n”, nama);
printf(“Umur Anda : %d \n”, umur);
printf(“Anda memperoleh nilai %5.2f”, nilai);
printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6.4f ?”, nilai);
getch();
}

@ahmad
Selamat Mencoba

Modul 1. PENGANTAR PEMROGRAMAN C++

Modul 1. PENGANTAR PEMROGRAMAN C++
Ahmad Rizal Abidin, M.Kom

PENGANTAR C++
C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup di laboratorium Bell pada awal tahun 1980-an, sebagai pengembangan dari bahasa C. Saat ini, C++ merupakan salah satu bahasa yang paling populer untuk pengembangan software berbasis OOP. Kompiler untuk C++ telah banyak beredar di pasaran. Software developer yang paling diminati adalah Borland Inc. dan Microsoft Corp. Produk dari Borland untuk kompiler C++ adalah Turbo C++, Borland C++, Borland C++ Builder. Sedangkan dari Microsoft adalah Ms. Visual C++. Walaupun banyak kompiler yang tersedia, namun pada intinya bahasa pemrograman yang dipakai adalah C++. Sebelum mulai melakukan kode program, sebaiknya diingat bahwa C++ bersifat “case sensitive”, yang artinya huruf besar dan huruf kecil dibedakan.

STRUKTUR BAHASA C++
Struktur penulisan bahasa C dapat dilihat dari contoh berikut :
// komentar …
#include
#include
void main ()
{
cout << "Program Pertama";
cout << "Selamat Belajar C++";
getch();
}
Program di atas, misalnya dapat disimpan dengan nama latih1.cpp. Cara untuk menyimpan dan mengkompile program berbeda-beda, tergantung kompiler yang dipakai. Ketika di-run, maka di layar akan muncul sebuah tulisan “Selamat Belajar C++”.
// Komentar
merupakan sebuah baris komentar. Semua baris, yang ditandai dengan dua buah tanda slash (//), akan dianggap sebagai baris komentar dan tidak akan berpengaruh pada hasil. Biasanya, baris komentar dipakai oleh programmer untuk memberikan penjelasan tentang program.
Baris komentar dalam C++, selain ditandai dengan (//) juga dapat ditandai dengan (/*….*/) ini digunakan apabila komentar tersebut lebih dari satu baris
#include
pernyataan yang diawali dengan tanda (#) merupakan pernyataan untuk menyertakan preprocessor. Pernyataan ini bukan untuk dieksekusi. #include berarti memerintahkan kompiler untuk menyertakan file header iostream.h. Dalam file header ini, terdapat beberapa fungsi standar yang dipakai dalam proses input dan output. Seperti misalnya perintah cout yang dipakai dalam program utama.
void main ()
baris ini menandai dimulainya kompiler akan mengeksekusi program. Pernyataan main sebagai penanda program utama. Adalah suatu keharusan, dimana sebuah program yang ditulis dalam bahasa C++memiliki sebuah main. main diikuti oleh sebuah tanda kurung () karena main merupakan sebuah fungsi. Dalam bahasa C++ sebuah fungsi harus diikuti dengan tanda (), yang nantinya dapat berisi argumen. Dan sintak formalnya, sebuah fungsi dimulai dengan tanda {}, seperti dalam contoh program.
cout << "Program Pertama";
cout << "Selamat Belajar C++";
perintah ini merupakan hal yang akan dieksekusi oleh compiler dan merupakan perintah yang akan dikerjakan. cout termasuk dalam file iostream. cout merupakan perintah untuk menampilkan ke layer.

Perlu diingat, bahwa setiap pernyataan dalam C++ harus diakhiri dengan tanda semicolon (;) untuk memisahkan antara pernyataan satu dengan pernyataan lainnya.

getch();
digunakan untuk meminta inputtan dari keyboard.

return 0;
pernyataan return akan menyebabkan fungsi main() menghentikan program dan mengembalikan nilai kepada main. Dalam hal ini, yang dikembalikan adalah nilai 0.

TIPE DATA
Terdapat 5 tipe data bawaan dari bahasa C, yaitu : void, integer, float, double, dan char.
void diartikan sebagai tanpa tipe data dan tanpa pengembalian nilai
int bilangan bulat (integer)
float bilangan pecahan (floating point)
double bilangan pecahan dengan jangkauan data yang lebih luas
char Karakter

Sedangkan C++ sendiri menambahkan dua buah tipe data lagi, yakni: bool dan wchar_t.
bool isi bilangan Boolean (True dan False)
wchar_t wide character

VARIABEL
Berbeda dengan pendeklarasian variabel di bahasa pemrograman lain, dalam C++ sebelum mendeklarasikan variabel, hal pertama yang harus dideklarasikan adalah tipe data yang akan digunakan untuk menampung data.
Format penulisannya adalah :
Tipe_data pengenal = nilai ;
Sebagai contoh :
int a;
float nomor;
atau dapat juga pemberian nilai awal untuk variable dilakukan pada saat deklarasi,
contoh :
int a=10;
char s=’a’;

Jika hendak mendeklarasikan beberapa variabel sekaligus dengan tipe data yang sama, dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
int a;
int b;
int c;
atau dapat disederhanakan dengan deklarasi :
int a,b,c;

Perhatikan contoh berikut:

// bekerja dengan variabel
#include
int main ()
{
// inisialisasi variabel :
int a, b;
int hasil;
// proses :
a = 5;
b = 2;
a = a + 1;
hasil = a – b;
// cetak hasilnya :
cout << hasil;
// menghentikan program :
return 0;
}

KONSTANTA
Konstanta mirip dengan variable, namun memiliki nilai tetap. Konstanta dapat berupa nilai Integer, Float, Karakter dan String. Pendeklarasian konstanta dapat dilakukan dengan 2 cara :

menggunakan (#define)
deklarasi konstanta dengan cara ini, lebih gampang dilakukan karena akan menyertakan
#define sebagai preprocessor directive. Dan sintaknya diletakkan bersama – sama dengan pernyataan #include (di atas main()).

Format penulisannya adalah :
#define pengenal nilai
Contoh penggunaan :
#define phi 3.14159265
#define Newline ‘\n’
#define lebar 100
pendeklarasian dengan #define tanpa diperlukan adanya tanda = untuk memasukkan nilai ke dalam pengenal dan juga tanpa diakhiri dengan tanda semicolon(;).
menggunakan (const)
Sedangkan dengan kata kunci const, pendeklarasian konstanta mirip dengan deklarasi variable yang ditambah kata depan const.
Contoh :
const int lebar = 100;
const char tab = ‘\t’;
const zip = 1212;

Untuk contoh terakhir, deklarasi variable zip yang tanpa tipe data, maka compiler akan secara otomatis memasukkannya ke dalam tipe int.

KARAKTER & STRING LITERAL
String adalah gabungan dari karakter
Contoh : “ Belajar “ à Literal String
“ B “ à Karakter
Panjang String
strlen() à nama fungsi untuk menghitung panjang string
Fungsi strlen() dideklarasikan dalam file string.h.
Jadi bila anda ingin menggunakan fungsi strlen(),
maka prepocessor directive #include
harus dimasukkan dalam program diatas main().

#include
#include
#include
void main()
{
cout << strlen ("Selamat Sore \n") <<endl;
cout << strlen ("Selamat Sore ") <<endl;
cout << strlen ("Selamat ") <<endl;
cout << strlen ("Sore ") <<endl;
cout << strlen ("") <<endl;
getch();
}

TIPE BENTUKAN
Merupakan tipe yang dibentuk dari tipe dasar. Seperti Tipe Struktur.

TIPE STRUKTUR
Suatu tipe data yang merupakan kumpulan dari tipe data lainnya. Struktur terdiri dari data yang disebut field. Field – field tersebut digabungkan menjadi satu tujuan untuk
kemudahan dalam operasi.
Bentuk umumnya :
tyedef struct{ tipe nama_field1;
tipe nama_field2;
tipe nama_field3;
. . . .

#include
#include
typedef struct { int tanggal;
int bulan;
int tahun;
} data_tunggal;
data_tunggal tanggal_lahir;
void main()
{
tanggal_lahir.tanggal = 8;
tanggal_lahir.bulan = 2;
tanggal_lahir.tahun=2005;

cout << tanggal_lahir.tanggal << '/'
<< tanggal_lahir.bulan << '/'
<< tanggal_lahir.tahun << '/' <<endl;
getch();
}

6. OPERATOR
Dalam C++, terdapat berbagai macam operator yang dapat dimanfaatkan dalam aplikasi.
Operator Assign (=)
Operator (=), akan memberikan nilai ke dalam suatu variable
lvalue a = 5 rvalue
artinya memberikan nilai 5 ke dalam variable a. Sebelah kiri tanda = dalam pernyataan di atas, dikenal dengan lvalue (left value) dan di sebelah kanan tanda = dikenal dengan rvalue (right value). lvalue harus selalu berupa variable, sedangkan rvalue dapat berupa variable, nilai, konstanta, hasil operasi ataupun kombinasinya
Operator Aritmatika ( +, -, *, /, %)
Untuk operator %, sama dengan modulus, yaitu untuk mengetahui sisa hasil bagi. Misalnya a = 11 % 3, maka variable a akan terisi nilai 2 karena sisa hasil bagi 11 dan 3 adalah 2.
Operator Majemuk ( +=, -=, *=, /=, %=, <>=, &=, |= )
Dalam C++, operasi aritmatika dapat disederhanakan penulisannya dengan format penulisan operator majemuk.
Misalnya :
a += 5 sama artinya dengan menuliskan a = a+5
a *= 5 sama artinya dengan menuliskan a = a*5
a /= 5 sama artinya dengan menuliskan a = a/5
a %= 5 sama artinya dgn menuliskan a = a % 5

Operator Penaikan dan Penurunan (++ dan –)
Operator penaikan (++) akan menaikkan atau menambahkan 1 nilai variable. Sedangkan operator (–) akan menurunkan atau mengurangi 1 nilai variable.
Misalnya :
a++;
a+=1;
a=a+1;
untuk ketiga pernyataan tersebut, memiliki arti yang sama yaitu menaikkan 1 nilai variable 1.
Karakteristik dari operator ini adalah dapat dipakai di awal (++a) atau di akhir (–a) variable. Untuk penggunaan biasa, mungkin tidak akan ditemui perbedaan hasil dari cara penulisannya. Namun untuk beberapa operasi nantinya harus diperhatikan cara peletakan operator ini, karena akan berpengaruh terhadap hasil.

Operator Relasional (==, !=, >, =, 6)) mengembalikan nilai false, karena (true && false)
untuk logika NOT (!), contohnya !(5==5) akan mengembalikan nilai false, karena !(true).

Operator Kondisional ( ? )
Format penulisan operator kondisional adalah : kondisi ? hasil1 : hasil2
Jika kondisi benar maka yang dijalankan adalah hasil1 dan jika kondisi salah, maka akan dijalankan hasil2

Latihan 2
#include
#include
main()
{
int a
float b
char c
double d
clrscr();
a= 20;
b= 3.14;
c= ‘A’;
d= 4.45E+20;
cout <<"Nilai dari a adalah : " << a <<endl; /* Menampilkan isi variable x */
cout <<"Nilai dari b adalah : " << b <<endl; /* Menampilkan isi variable y */
cout <<"Nilai dari c adalah : " << c <<endl; /* Menampilkan isi variable z */
cout <<"Nilai dari d adalah : " << d <<endl;
getch();
}

Latihan 3
#include
void main()
{
clrscr();
cout <<”Nilai dari 10 – 5 = ” << 10 – 5 <<endl;
cout <<”Nilai dari 10 * 5 =” << 10 * 5 <<endl;
cout <<”Nilai dari 10 / 5 = “<< 10 / 5 <<endl;
cout <<”Nilai dari 10 % 5 =” << 10 % 5 <<endl;
cout <<”Nilai dari 10 + 5 = “<< 10 + 5 <<endl;
getch();
}

Latihan 4

/Pengonversian Type
#include
#include
int main()
{
char karakter =’A’;
int nilai;
nilai =(int) karakter;
cout <<"Nilai Ascii = " << karakter << nilai;
getch();
return 0;
}

Latihan 5
#include
main()
{
const float phi = 3.15;
float jari-jari, luas;
jari_jari= 7.0;
luas =0.5 * phi *jari-jari*jari-jari;
keliling = 2 * phi * jari-jari;

cout << "Luas Lingkaran = " << luas << endl;
cout <<"keliling Lingkaran =" << keliling;
getch();
return 0;
}

@Ahmad
Selamat Mencoba…